Tantangan Keamanan Siber Di Era Digital

Tantangan Keamanan Siber Di Era Digital – Di era revolusi industri 4.0, segala bidang kehidupan tidak lepas dari sentuhan teknologi yang mendorong terjadinya transformasi digital pada aktivitas dan proses bisnis di berbagai sektor. Di sinilah inovasi teknologi seperti kecerdasan buatan dan Internet of Things (IoT) ikut berperan. Peran teknologi IoT juga menghasilkan Cloud Computing dan Big Data. Dengan berkembangnya teknologi informasi, setiap perangkat dapat dengan mudah Hubungkan ke jaringan komputer seperti Internet.

Menurut Bank Dunia, menurut ITU (International Telecommunication Union), pada tahun 2017 pangsa pengguna internet di dunia sekitar 49 persen dari total populasi. Proporsi ini meningkat tajam dibandingkan tahun 2000 yang hanya berkisar 6,7 persen. Demikian pula Internet World Stats memperkirakan pada kuartal pertama tahun 2021, pangsa pengguna Internet akan mencapai 64,2 persen dari populasi dunia. Perkiraan jumlah pengguna Internet lebih dari 5 miliar, meningkat sekitar 1.300 persen sejak tahun 2000 dan ini merupakan Tantangan Keamanan Siber Di Era Digital.

Tantangan Keamanan Siber Di Era Digital

Tantangan Keamanan Siber Di Era Digital

Meningkatnya jumlah pengguna internet di dunia tidak lepas dari meningkatnya jumlah ancaman atau serangan siber. Khusus untuk Indonesia, BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara) mencatat sebanyak 12,8 juta serangan pada tahun 2018. Pada tahun 2019 terdapat 98,2 juta serangan, disusul 74,2 juta serangan pada tahun 2020 (Project Report Honeynet, BSSN)

Tantangan Tranformasi Kurikulum Pendidikan Di Era Digital

Mirip dengan kisah tentang perisai yang tidak dapat ditembus dan tombak yang dapat menembus apa pun. Serangan siber terus menimbulkan ancaman terhadap sistem dan pengguna akhir. Pada tahun 2021, banyak yang percaya bahwa serangan siber tidak akan berkurang. Misalnya saja, Kaspersky mencatat bahwa pandemi COVID-19 Hal ini dapat menciptakan berbagai gelombang kemiskinan yang cenderung meningkatkan kejahatan. termasuk serangan siber Solusi untuk meminimalisir hal tersebut adalah dengan memperhatikan manajemen keamanan siber. (Keamanan Siber) ) Keamanan siber adalah perlindungan yang diperlukan oleh individu, perusahaan, atau pemerintah untuk melindungi dan mencegah penyalahgunaan dan akses data teknologi informasi. sistem dari orang yang tidak memiliki izin untuk mengakses atau menggunakan informasi dalam sistem

Tantangan Keamanan Siber Di Era Digital

Selanjutnya tentang Tantangan Keamanan Siber Di Era Digital ,sesuai standar ISO (International Organization for Standardization), khususnya ISO/IEC 27032 :2012 Teknologi Informasi – Teknik Keamanan – Praktik Keamanan Siber Keamanan siber atau cybersecurity adalah upaya menjaga kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan informasi di dunia maya. Cyberspace mengacu pada lingkungan kompleks yang dihasilkan dari interaksi antara manusia, perangkat lunak, dan layanan di Internet. Hal ini didukung oleh perangkat teknologi informasi dan komunikasi (TIK) serta konektivitas jaringan global.

Sedangkan menurut CISCO, keamanan siber adalah praktik melindungi sistem, jaringan, dan program dari serangan digital. Keamanan siber sering kali ditujukan untuk mengakses, mengubah, atau menghancurkan data sensitif. Memeras uang dari pengguna atau mengganggu proses bisnis

Tantangan Keamanan Siber Di Era Digital

Meningkatkan Keamanan Siber: Pentingnya Perlindungan Data Di Era Digital

Oleh karena itu, dapat disimpulkan Tantangan Keamanan Siber Di Era Digital terkait keamanan siber atau cyber security adalah aktivitas yang melindungi sistem komputer dari serangan digital atau akses ilegal. Keamanan siber memiliki banyak komponen. termasuk keamanan aplikasi keamanan data Keamanan awan keamanan jaringan Pemulihan bencana/perencanaan kesinambungan bisnis Keselamatan kerja dan mendidik pengguna akhir Elemen-elemen ini sangat penting untuk memastikan keamanan keamanan siber secara keseluruhan. Ketika risiko paparan terhadap ancaman digital terus meningkat dan ancaman menjadi lebih beragam, Oleh karena itu, penting untuk melindungi sistem dari risiko sesedikit mungkin.

Ancaman dan serangan tidak hanya terjadi di dunia nyata atau berdampak langsung pada kita. Namun saling serang juga merupakan hal yang lumrah di dunia maya. Serangan paling terkenal di dunia maya yang memunculkan istilah serangan siber terjadi pada tahun 1988 sehubungan dengan insiden Morris Worm. Saat itu, Robert Tapan adalah seorang mahasiswa pascasarjana di Cornell University di New York. Morris dapat menyebarkan virus (Morris Worm) ke sebagian besar komputer di Amerika Serikat. dan mematikan sekitar 10 persen komputer di dunia yang terhubung ke Internet pada saat itu. Penyerang dunia maya pada dasarnya adalah orang-orang yang ahli dalam algoritma dan pemrograman komputer untuk membuat kode/skrip. Mampu menganalisis kelemahan sistem sehingga dapat digunakan untuk memasuki sistem komputer secara ilegal dan merusak data. Ada juga berbagai jenis ancaman dunia maya. Tergantung cara pemakaiannya, yaitu:

Tantangan Keamanan Siber Di Era Digital

Sejak tahun 1960an terus berkembang hingga saat ini. Pertama kali muncul di Amerika Serikat pada tahun 1960an, kasus kejahatan dunia maya sedang marak pada saat itu. Dari kecurangan ID pelajar di Brooklyn College di New York. Menggunakan komputer untuk menyelundupkan narkoba Penyalahgunaan komputer oleh karyawan dan akses tidak sah ke database keamanan Pacific National. Bank tersebut menyebabkan pelajar kehilangan $10,2 juta pada tahun 2018 karena tindakan kejahatan dunia maya. Pelaku memiliki akses ilegal, seperti mengirimkan atau memproses data secara ilegal. untuk tujuan tertentu Termasuk menimbulkan gangguan dan keuntungan finansial. Hal ini dapat dilakukan sendiri atau melibatkan satu orang, sekelompok orang.Penjahat dunia maya pastinya ahli dalam teknik peretasan, dan tidak jarang mereka melakukan kejahatan dunia maya dari berbagai lokasi. pada saat yang sama Ada banyak contoh kejahatan dunia maya yang masih terjadi, seperti pencurian identitas. Penipuan/Penipuan Kartu Kredit memata-matai target tertentu (spionase dunia maya) dll.

Keamanan Siber Jadi Tantangan Bagi Para Pemimpin Perusahaan Di Era Transformasi Digital

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi memudahkan banyak aspek kegiatan pemerintahan. Namun hal ini juga menimbulkan ancaman baru. yang mempengaruhi stabilitas kedaulatan suatu negara antara lain: Cyberwarfare Cyberwarfare adalah pengembangan lebih lanjut dari serangan siber dan kejahatan dunia maya. Cyberwar dapat dipahami sebagai perang di dunia cyber. Namun perang siber memiliki serangan yang berbeda dibandingkan perang konvensional atau fisik lainnya. Media utama perang siber adalah komputer dan internet. Dalam perang siber, objek yang diserang bukanlah ruang fisik. wilayah teritorial atau wilayah geografis Melainkan sebuah objek di dunia maya yang dikendalikan oleh suatu negara. Contoh perang dunia maya adalah kasus antara Amerika Serikat dan Iran pada tahun 2008, ketika Amerika Serikat merusak sistem sentrifugal pembangkit listrik tenaga nuklir Iran.

Tantangan Keamanan Siber Di Era Digital

Aktivitas banyak jaringan atau kelompok teroris bertujuan untuk mengganggu stabilitas sosial, politik, dan ekonomi suatu negara dengan memanfaatkan kekuatan teknologi Internet. Misalnya menyerang situs web resmi pemerintah, menguping jaringan komunikasi politik strategis, Mencuri sumber daya perbankan elektronik, dll. Aktivitas dunia maya sangat berbahaya karena dapat menimbulkan banyak kepanikan dan ketakutan.

Malware adalah salah satu Tantangan Keamanan Siber Di Era Digital dan ancaman dunia maya paling umum dalam bentuk perangkat lunak berbahaya yang dibuat untuk mengganggu atau merusak komputer pengguna. Malware sering kali menyebar melalui lampiran email atau unduhan yang tampak sah. Beberapa jenis malware yang umum dikenal meliputi:

Tantangan Keamanan Siber Di Era Digital

Ancaman Keamanan Dan Privasi Konsumen Dalam Kebocoran Big Data E Commerce

· Virus: Sebuah program yang mereplikasi dirinya sendiri. Lampirkan diri Anda untuk menghapus file. dan menyebar ke seluruh sistem komputer Virus menginfeksi file dengan kode berbahaya.

· Trojan: Jenis malware yang menyamar sebagai perangkat lunak yang sah. Penjahat dunia maya menipu pengguna agar mengunggah Trojan ke komputer mereka untuk mengumpulkan data atau menyebabkan kerusakan.

Tantangan Keamanan Siber Di Era Digital

· Spyware: Program ini diam-diam merekam aktivitas pengguna. Oleh karena itu, penjahat dunia maya dapat menggunakan informasi ini, misalnya spyware yang digunakan untuk mengumpulkan informasi kartu kredit.

Revolusi Keamanan Perbankan: Era Transformasi Digital

· Ransomware: Malware yang mengunci file dan data pengguna dengan mengancam akan mempublikasikan, menghapus, atau menolak akses pengguna ke informasi pribadi sensitif. kecuali pemilik data membayar uang tebusan

Tantangan Keamanan Siber Di Era Digital

· Botnet: John Tay dan Jeffrey Tosco dalam presentasi di Pelatihan APNIC mengatakan bahwa bot adalah perangkat lunak yang melakukan tugas-tugas otomatis. (seperti robot) dengan menyebarkan secara diam-diam ke inangnya dan menunggu instruksi dari master bot.Botnet telah menjadi bagian penting dari keamanan jaringan Internet. Karena tersembunyi di dalam jaringan server internet.

Istilah rekayasa sosial digunakan untuk menggambarkan serangan berdasarkan interaksi manusia. Di mana pengguna ditipu untuk memasukkan informasi sensitif seperti kata sandi, jawaban atas pertanyaan keamanan, dll., jenis ancaman ini memanfaatkan keingintahuan orang-orang dan mendorong mereka untuk mengambil tindakan yang tampak normal namun sebenarnya memang demikian. Misalnya, promosi rekayasa sosial yang sering terjadi di kalangan pengguna ojek online. Cara yang digunakan adalah dengan menelepon korban dan meminta OTP (One Time Password), kode ini cukup penting untuk membajak akun korban.

Tantangan Keamanan Siber Di Era Digital

Tantangan Keamanan Data Dan Privasi Dalam E Commerce

Injeksi SQL (Structured Query Language) adalah jenis ancaman keamanan siber yang digunakan untuk mengambil kendali dan mencuri data dari pusat data. Penjahat dunia maya mengeksploitasi kerentanan dalam aplikasi berbasis data untuk memasukkan kode berbahaya ke dalam database melalui perintah SQL, sehingga memberi mereka akses ke data sensitif di pusat data.

Phishing merupakan salah satu bentuk penipuan yang sering terjadi melalui email. Penipu mengirimkan email dengan alamat yang terlihat seperti sumber terpercaya. dan menggunakan formulir login palsu untuk mengelabui target agar mengunjungi situs palsu yang terlihat seperti situs asli. Penipuan ini bertujuan untuk mencuri informasi sensitif seperti nomor keamanan kartu kredit (CVC), password, dan informasi sensitif lainnya.

Tantangan Keamanan Siber Di Era Digital

Nama domain merupakan aset yang berharga karena dapat diperjualbelikan, disewakan, digunakan sebagai situs periklanan. Oleh karena itu menjadi sumber dana dan juga dapat dijamin. Terdapat beberapa ancaman keamanan siber terhadap nama domain, yaitu:

Era Digitalisasi: Latar Belakang, Dampak, Tantangan, Hingga Masa Depan Digitalisasi

· Cybersquatting: pembajakan nama domain atau Cybersquatting adalah pendaftaran nama domain oleh seseorang yang tidak mempunyai hak atau kepentingan yang sah. Kejahatan dunia maya ini mengacu pada pembelian nama domain dari merek-merek besar untuk mendapatkan keuntungan Hal ini menjadi perhatian perusahaan-perusahaan besar khususnya di Indonesia, terutama karena dapat mencoreng citra mereka. Laporan Palo Alto Networks pada bulan September 2020 mengklaim bahwa 13.857 domain jongkok telah didaftarkan pada bulan Desember 2019, setara dengan rata-rata 450 domain jongkok yang didaftarkan per hari. Palo Alto Networks kemudian menemukan 2.595 (18,59 persen) nama domain berbahaya yang biasanya menyebarkan malware. atau melakukan serangan phishing. Itu lah artikel Tantangan Keamanan Siber Di Era Digital

Tantangan Keamanan Siber Di Era Digital

Belajar keamanan siber Tantangan Keamanan Siber Di Era Digital, jurusan rekayasa keamanan siber, tantangan di era revolusi industri 4.0, tantangan umkm di era digital, tantangan pendidikan di era globalisasi, tantangan pancasila di era globalisasi, definisi keamanan siber, pengertian keamanan siber, jurusan keamanan siber, keamanan siber, tantangan era revolusi industri 4.0, keamanan siber adalah

Tinggalkan komentar